0

Candi Canggal atau Candi Gunung

 
Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menurut perkiraan, candi ini merupakan candi tertua yang dibangun pada saat pemerintahan raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu pada tahun 732 M (654 tahun Saka).

Ciri-cirinya :
Kompleks dari reruntuhan candi ini mempunyai ukuran 50 m x 50 m terbuat dari jenis batu andesit, dan di sini pada tahun 1879 ditemukan prasasti Canggal yang banyak kita kenal sekarang ini. Selain prasasti Canggal, dalam candi ini dulu juga ditemukan altar yoni, patung lingga (lambang dewa Siwa), dan arca lembu betina atau Andini.

Source :  http://wong168.wrdpress.com/2010/05/14/candi-hindu-di-indonesia/
Read more
0

Candi Lumbung, Magelang

Lumbung Temple

Candi Lumbung Harus Dipindah
Borobudur, Jawa Tengah (ANTARA News) – Candi Lumbung di tepian Kali Apu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, harus diselamatkan dari banjir lahar Gunung Merapi dengan cara dipindahkan ke tempat lebih aman.

"Harus dipindah ke tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat asalnya tetapi aman dari kemungkinan banjir lahar susulan," kata Direktur Peninggalan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Yunus Satrio Atmojo, di Borobudur, Rabu.

Candi Lumbung berlokasi di Dusun Candi Pos, Desa Sengi … , Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ia mengatakan, butuh kajian secara serius untuk memindahkan situs yang dibangun sekitar abad ke-8 itu agar selamat dari bahaya banjir lahar.

Lokasi candi itu, katanya, saat ini tinggal sekitar dua meter dari tebing Sungai Apu akibat gerusan material vulkanik Merapi yang dibawa oleh banjir lahar tersebut secara beruntun pascaletusan gunung berapi itu akhir 2010.

"Akan kami turunkan tim kajian. Candi harus dicopoti sampai dengan dipindah, yang
Read more
0

Candi Asu, Magelang


 

Magelang
Tiga situs candi Hindu bersejarah sejak abad 8-10 M, terancam terjangan banjir lahar dingin Merapi di Magelang. Ketiga candi ini berdekatan dengan Kali Pabelan dan Kali Tlising, yang merupakan jalur banjir lahar dingin.
Ketiga candi itu adalah Candi Lumbung, Candi Asu dan Candi Pendhem yang dibangun pada masa kejayaan raja Hindu atau Mataram Kuno pada tahun 869 Masehi. Dari pantauan, Selasa (18/1), yang sangat terancam keberadaannya adalah Candi Lumbung di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang.
Bagian belakang Candi Lumbung ini hanya berjarak satu meter dari alur Kali Pabelan dan sungai sudah menggerus tebing setinggi 20 meter di dekat candi. Sebelum banjir lahar dingin, kedalaman dan curamnya candi hanya berjarak 10 meter dan talud/tanggul yang memperkuat bangunan candi sudah hilang diterjang lahar.
Sedangkan, Candi Asu jaraknya masih sekitar antara 200 meter dengan alur Kali Pabelan dan Candi Pendhem juga sekitar 200 meter dari Kali Tlising. Beberapa bagian candi berserakan dan jatuh tidak teratur, karena pergerakan tanah saat gemuruh banjir lahar dingin.
Ariyanto ,34, warga Desa Sengi, mengatakan Candi Lumbung yang dulu sering jadi tempat lumbung padi ini tidak terawat dan belum pernah dipugar. Masyarakat juga khawatir Candi Asu dan Candi Pendhem yang sering jadi tempat ritual seniman dan tokoh spiritual, juga runtuh akibat lahar dingin. “Kondisi ini diperparah lagi dengan terjangan lahar dingin yang membuat candi banyak berubah bentuknya,” ujar Ari pendek.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Ikhsan, mengatakan perlu ada perhatian khusus dari Pemprov Jateng untuk segera menyelamatkan candi. “Jika tidak, batu-batu candi dalam waktu tidak lama akan diterjang banjir lahar dingin yang semakin mengganas,” tegas Ihksan.
Selain itu, akses jalan menuju Candi Asu dan Candi Pendhem menuju ke Candi Lumbung juga sudah terputus oleh terjangan lahar dingin Merapi. Kali Pabelan dan Kali Tlising yang memisahkan ketiga candi itu sudah terendam material lahar dingin Merapi yang memutuskan jembatan sekaligus yang berfungsi sebagai bendungan antar dusun di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang.


Source : solopos
Read more
0

CANDI NGAWEN - MUNTILAN - MAGELANG JAWA TENGAH



Candi Ngawen adalah candi Buddha yang berada kira-kira 5 km sebelum candi Mendut dari arah Yogyakarta, yaitu di desa Ngawen, kecamatan Muntilan, Magelang. Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh wangsa Syailendra pada abad ke-8 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Keberadaan candi Ngawen ini kemungkinan besar adalah yang tersebut dalam prasasti Karang Tengah pada tahun 824 M. Candi ini terdiri dari 5 buah candi kecil, dua di antaranya mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya. Sebuah patung Buddha dengan posisi duduk Ratnasambawa yang sudah tidak ada kepalanya nampak berada pada salah satu candi lainnya. Beberapa relief pada sisi candi masih nampak cukup jelas, di antaranya adalah ukiran Kinnara, Kinnari, dan kala-makara.
Read more
0

Candi Pawon

Candi Pawon bukan sebuah makam, melainkan sebagai tempat untuk menyimpan senjata Raja Indera yang bernama Vajranala.
Candi Pawon terletak 1,5 km ke arah barat dari Candi Mendut dan ke arah timur dari Candi Borobudur, juga merupakan sebuah candi Budha. Saat diteliti secara lengkap pada reliefnya, ternyata merupakan permulaan relief Candi Borobudur.
Banyak orang mengira Candi Pawon merupakan sebuah makam, namun setelah diteliti ternyata merupakan tempat untuk menyimpan senjata Raja Indera yang bernama Vajranala. Candi ini terbuat dari batu gunung berapi. Ditinjau dari seni bangunannya merupakan gabungan seni bangunan Hindu Jawa kuno dan India. Candi Pawon terletak tepat di sumbu garis yang menghubungkan Candi Borobudur dan Candi Mendut.
Kemungkinan candi ini dibangun untuk kubera. Candi ini berada di atas teras dan tangga yang agak lebar. Semua bagian-bagiannya dihiasi dengan stupa (dagoba) dan dinding-dinding luarnya dengan gambar-gambar simbolis.
Read more
0

Candi Bubrah

Lokasi :
Reruntuhan candi ini berada di Dk.Klurak, Ds.Tlogo, Kec.Prambanan, Kab.Klaten dan masih didalam komplek Taman Wisata Candi Prambanan.


Reruntuhan Candi Bubrah di komplek TWC Prambanan
Sejarah :

Candi Bubrah adalah candi Buddha yang berada di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, yaitu di antara candi utama Roro Jonggrang dan candi Sewu. Dinamakan Bubrah karena memang keadaannya rusak (bubrah dalam bahasa Jawa) sejak pertama kali ditemukan. Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno dan merupakan salah satu dari candi yg mengelilingi candi Sewu dan berada di selatan candi sewu.

Sumur candi
Puncak stupa dan reruntuhan batu candi lain
Hiasan makara di tangga masuk candi
Hiasan makara diantara reruntuhan batu

Candi ini mempunyai ukuran 12 m x 12 m terbuat dari jenis batu andesit, dengan sisa reruntuhan setinggi 2 meter saja. Saat pertama kali ditemukan masih terdapat beberapa patung Buddha, walaupun tidak utuh lagi. Di bagian barat candi terdapat susunan lain batu-batu candi, entah apakah itu batu candi induk atau candi perwara.

Beberapa patung Buddha yg berada di candi bubrah
Reruntuhan batu yg berada di sebelah barat candi

Source : tarabuwana.blogspot
Read more